PHONE / SMS
+62 815 1407 5013

NEWS

News

Share

KONSER VINCULOS 2018: KOLABORASI ORKESTRA OCAS DAN SANGGAR PEDATI MEMBUKA AJANG PALU SALONDE PERCUSSION

PRESS RELEASE

KONSER VINCULOS 2018: KOLABORASI ORKESTRA OCAS DAN SANGGAR PEDATI MEMBUKA AJANG PALU SALONDE PERCUSSION

 

BANGUN AMPHITHEATRE DI HUTAN KOTA SAOMBONA, KOTA PALU AKAN JADI KOTA BUDAYA

 

 

Kota Palu, 11 Agustus 2018. Membuka perhelatan musik tradisional Palu Salonde Percussion, orkestra OCAS dari Asturias Spanyol berkolaborasi dengan Komunitas Musik Pedati, sebuah sanggar musik tardisional di Taman Hutan Kota Kaombona. Kedua kelompok musik dari latar yang berbeda berhasil membuat takjub masyarakat kota Palu, khususnya saat lagu Sampesuvu Roa dibawakan dengan alat musik tradisional lalohe dan gimba. Suasana haru semakin terasa lebih istimewanya ketika sekaligus Walikota dan Wakil Walikota Palu ikut berduet membawakan lagu.

 

Dalam rangkaian Konser Vinculos untuk Indonesia 2018 oleh OCAS di Sulawesi Tengah 5-15 Agustus 2018 yang diusung dalam Program Indonesiana oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini, Palu Salonde Percussion dan Festival Vula Dongga akan  menjadi konser tahunan yang melestarikan budaya.

Staf ahli Menteri Bidang Inovasi & Daya Saing, Ananto Kusuma Seta, Ph. D yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan “Kami menghadirkan OCAS sebagai duta yang membawa pesan bahwa Indonesia adalah negara super power dalam bidang kebudayaan.  Mereka melihat dan merasakannya sendiri. Saya berharap Masyarakat Palu bisa memanfaatkan momen ini dalam mewujudkan misinya, menjadikan Palu sebagai kota Budaya.”

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, DR. Nadjamuddin Ramly, M.Si. menyampaikan, “Vinculos konser hadir di Kota Palu untuk cermin dan pembelajaran kepada masyarakat Palu supaya dapat membuat musik yang berkualitas, ini akan menjadi semnagat untuk menghidupkan sebuah orkestra.”

 

Sementara itu Walikota Kota Palu, Hidayat MSI menambahkan “Hutan Kota Kaombona tahun ini juga akan dibangun ampli theatre yang berkapasitas 1500 penonton dengan luas panggung 35 x 18 meter, nanti akan ada  panggung budaya dan pasar seni untuk masyarakat. Selain itu kami akan membangun beberapa sarana olahraga dan menanam 40.000 pohon endemik Sulawesi Tengah di hutan Kaombona ini.”

 

 

 

Malam itu juga hadir penabuh drum legendaris sekaligus pengagas acara Palu Salonde Percussion, Gilang Ramadhan. Gilang begitu kagum oleh penampilan Ocas dan mengakui apa yang dilakukan Ocas dalam konser Vinculos untuk Indonesia adalah ide cemerlang. Mereka berkeliling dunia dan mengunjungi berbagai tempat,  mempelajari budaya dan musiknya, Gilang lebih jauh mengatakan, “Saya sangat tertarik untuk berkolaborasi salah satu pemain kontra bass dan perkusi dari Ocas untuk project musik Jazz di Indonesia. Semoga bisa segera terwujud.”

 

Orkestra Ocas dalam konser Vinculos di Hutan Kota Saombona menampilkan 8 lagu yang berhasil membuat masyarakat Palu terhening dan haru, hingga ikut bernyanyi bersama. Lagu yang dibawakan diantaranya adalah Suspirios de Spanya, Ale Vinte de Lavonte: sebuah lagu tentang pemandangan di Asturias Utara, disampaikan oleh Anglea Lopez dengan bahasa Indonesia yang sangat fasih bahwa ketika Ocas sampai di Kota Palu, pemandangan di sini mengingatkan kota mereka juga dimana ada gunung ada laut. Tidak hanya lagu-lagu Spanyol yang dibawakan, setiap project Vinculos, Ocas selalu berkolaborasi dengan musisi lokal. Kali iini mereka berkolaborasi dengan Pedati yang terdiri dari 7 orang, musik yang digunakan adalah gitar yang dipetik karamba, gimba (Alat musik pukul) dan lalohe (Alat musik tiup, semacam suling). Ketika mereka bermain lagu lokal berjudul Sampesuvu Roa, alunan musik Lalohe menghipnotis penonton. Koordinator dan pakar musik tradisional Palu, Smiet Ilyas Abdulhamid mengatakan “Lalohe adalah alat musik sakral untuk menyembuhkan penyakit, sekarang kami angkat menjadi alat musik tradisi yang harus dilestarikan. Permainan orkestra Vinculos Ocas dan Pedati tadi begitu menyatu, sangat sesuai dengan tema acara ini Nature and Culture Meeting in harmony.

 

Para anggota Ocas malam itu mengenakan busana bernuansa hitam. Musisi perempuan diri mereka dengan syal warna-warni bermotif bomba khas Khaili, sementara musisi lelaki memakai ikat kepala Siga, yang begitu kontras. Komposisi lagu-lagu bernuansa gypsy juga dibawakan dan gerakan tarian flamengo yang lentur dan tegas dibawakan oleh Angela Lopez, yang juga menjadi pemain piano dan penerjemah di group Ocas.

 

Penampilan Ocas diakhiri dengan membawakan lagu Sampesuvu Roa yang dinyanyikan oleh Walikota dan Wakil Walokita Palu yang menulis sendiri lagu itu. Angin yang berhembus perlahan di antara pepohona di Hutan Saombona membuat penonton terbius dengan alunan musik orkestra yang begitu indah.

 

 

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi:

Ajeng Campagnita

Publicist untuk Vinculos 2018

[email protected]

 

PRESS RELEASE

VINCULOS 2018 CONCERT: OCAS AND PEDATI STUDIO COLLABORATION OPEN PALU SALONDE PERCUSSION

 

BUILDING AMPHITHEATRE IN SAOMBONA CITY FOREST, PALU TO BE A CITY OF CULTURES

 

 

Palu, August 11, 2018. Opening the traditional music festival Palu Salonde Percussion, OCAS from Asturias, Spain, collaborated with Pedati Music Community, a traditional music studio in Kaombona City Forest Park. Both musical groups , despite their different background, managed to amaze the audience, especially when they performed the song Sampesuvu Roa using the traditional instruments lalohe and gimba. It was even special when the mayor and deputy mayor of Palu sang a song as a duet.

 

Vinculos untuk Indonesia 2018 series of concerts by OCAS in Central Sulawesi from August 5 until 15 is part of Indonesiana Program initiated by the Education and Culture Ministry. And, Palu Salonde Percussion and Vula Dongga Festival are set to become annual events to support the preservation and the nurturing of cultures.

Expert staff in Innovation and Competitiveness Department, Ananto Kusuma Seta, PhD, who spoke on behalf of Education and Culture Minister said, “We invited OCAS as a goodwill ambassador and carries the message that Indonesia is a superpower country in terms of cultures. They can see and experience this themselves. I hope the people of Palu can use this moment to realize the mission of making Palu a city of cultures.”

Director of Cultural Heritage and Diplomacy of the Education and Culture Ministry, DR. Nadjamuddin Ramly, M.Si. said, “Vinculos concerts are present in Palu as a reflection for and to teach the people of Palu about quality music. This will boost the spirit to establish our own orchestra.”

 

The mayor of Palu, Hidayat MSI added, “We’ve planned to construct an amphitheater in Kaombona city forest. It will have the capacity of 1,500 spectators and a stage area of 25-by-18 square meters. There will cultural stage and an art market for the public. We are also erecting several sports facilities and planting 40,000 Central Sulawesi endemic trees in Kaombona city forest.”

 

Also present that evening was Indonesia’s legendary drummer and one of the initiators of Palu Salonde Percussion, Gilang Ramadhan. Gilang was impressed by Ocas’s performance and admitted that what Ocas did with Vinculos untuk Indonesia 2018 is brilliant. They travelled the world, visiting various places, and learning the local cultures and music. Gilang said, “I am very much interested in collaborating with Ocas’s contrabass player and percussionists for my Indonesian jazz music project. I hope I can make it happen.”

 

In the performance in Kaombona city forest, Ocas performed eight songs and compositions which put the audience in mixed states from a deep trance to the state of enthusiasm which triggered them to sing along. The songs performed were Suspirios de Spanya, Ale Vinte de Lavonte, a song about the panorama found in North Asturias. Expressed by Anglea Lopez using very good Indonesian that when the orchestra first arrived in Palu, the view reminded them of their own hometown, with the views of the mountain and the sea. Not only Spanish-language songs, just like other Vinculos projects, Ocas collaborates with local musicians. This time, they collaborated with musicians from Pedati Studio, which comprised seven musicians, who played caramba, gimba (a percussive instrument) and lalohe (a wind instrument, a kind of a flute). When they played a local song, Sampesuvu Roa, the sound of lalohe managed to hypnotize the audience. The coordinator of and expert in Palu traditional music,  Smiet Ilyas Abdulhamid said “Lalohe is a sacred musical instrument believed to have the power to heal. Now, we are campaigning for the instrument in order to introduce it to the world and to preserve it. Ocas and Pedati have managed to perform beautiful and harmonious music, which perfectly captures the theme of this show, namely Nature and Culture Meeting in harmony.

 

That evening, the musicians from Ocas wore black as the theme of their costume. The ladies accentuated their appearance with colorful shawl with Khalili-specific bomba pattern; the gentlemen wore contrasting Siga headband. The compositions had a gypsy nuance to them and they were accompanied by a beautiful flamenco dance performed by Angela Lopez. Angelo Lopez is also the group’s pianist and interpreter.

 

As the closing song, Ocas performed Sampesuvu Roa, a song co-written and also sung by Mayor and Deputy Mayor of Palu. The wind that blew gently between the leaves in Kaombona city forest added to the mystique of the moment, which with the beautiful music, put everyone in attendance to state of peace and calm.

 

 

For further information, please contact:

Ajeng Campagnita

Publicist untuk Vinculos 2018

[email protected]

// Related Article

news

KONSER VINCULOS 2018: MELAWAT KE PARIGI MOUTONG, OCAS BUKA VULA DONGGA & BERMUSIK BERSAMA ANAK-ANAK

More →
news

KONSER VINCULOS 2018 SULTENG: ORKESTRA OCAS MENYAPA DUSUN UVENTUMBU & BUKIT SALENA, GELAR KONSER DIDAKTIK DITENGAH KEINDAHAN ALAM PALU

More →
news

KONSER VINCULOS UNTUK INDONESIA KEMBALI DIGELAR, MELAWAT & BERKOLABORASI DI MALUKU & SULTENG

More →
Copyright © 2017. Vox Populi Publicists