PHONE / SMS
+62 815 1407 5013

NEWS

News

Share

MAKIN MENARIK WISATAWAN, SWASTA IKUT AMBIL PERAN GENJOT PROMOSI “10 BALI BARU”

MAKIN MENARIK WISATAWAN, SWASTA IKUT AMBIL PERAN GENJOT PROMOSI “10 BALI BARU”

 

Jakarta, 6 Juli 2018. Agen komunikasi, Accommindo, mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Smailing DMC dalam pengembangan konten perjalanan untuk tujuan wisata baru yang diprioritaskan di Indonesia yang dikenal sebagai "10 Bali Baru."

 

10 tujuan pariwisata yang diprioritaskan, ditetapkan oleh Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata Arief Yahya, adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Belitung (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika Lombok (Nusa Tenggara Barat), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

 

Tujuan wisata yang telah menarik minat akhir-akhir ini adalah Mandalika, sebuah proyek besar yang dipimpin oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). BUMN yang dikenal berhasil dalam mengembangkan dan mengoperasikan kompleks pariwisata terpadu, Nusa Dua di Bali selatan dan didirikan pada tahun 1973. ITDC digagas setelah sebuah studi lengkap dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia dan Bank Dunia untuk mengembangkan sebuah kompleks resor yang ramah lingkungan dan terintegrasi. Model sukses ini yang mereka harapkan untuk dapat direplikasi di Lombok Selatan dan di berbagai destinasi lain di Indonesia.

 

Sampai saat ini, dana sebesar 300 juta US $ telah dianggarkan untuk pengembangan Mandalika seiring dengan penandatanganan perjanjian kerangka kerja pembangunan oleh Vinci Construction Grands Projets senilai lebih dari 900 juta dollar Amerika. ”Vinci Construction Grands Projets yang bermarkas di Perancis adalah anak perusahaan Vinci, pemain global dalam perancangan dan pembangunan struktur dan bangunan teknik sipil utama.

 

CEO dari Smailing DMC, Jason Lim, mengatakan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menciptakan minat dalam tujuan ini: "Peran kami adalah untuk mengembangkan pemasaran konten dengan "pengalaman" sejati yang menginformasikan, menghibur, dan menginspirasi. Perusahaan travel yang siap untuk membangun program perjalanan "Next 10" kata Lim lebih jauh. “Kami memiliki 95 tenaga profesional asing dan lokal yang berbasis di Bali dan Yogyakarta yang dapat mendukung promosi 10 tujuan baru ini untuk memenuhi kebutuhan wisatawan in-bound global.”

 

Tom O’Brien, Direktur Utama Accommindo, sebuah agen yang berbasis di Bali yang mengkhususkan diri untuk konten perjalanan dan perhotelan, branding dan komunikasi, setuju bahwa pengalaman lokal yang unik adalah apa yang didambakan turis pada saat ini. Accommindo dan Smailing DMC akan bekerja sama dengan ide bahwa setiap tujuan memiliki cerita sendiri untuk diceritakan dan pendekatan terbaik untuk pemasaran perjalanan adalah untuk mempengaruhi wisatawan dengan peluang untuk menjelajah.

 

The Millennial Traveller Report, yang dirilis oleh World Youth Student and Educational (WYSE) Travel Confederation, mengatakan lebih dari 320 juta perjalanan ke luar negeri akan dilakukan oleh turis muda pada tahun 2020, meningkat 47 persen dari 2013. Namun banyak turis modern tidak puas dengan hanya berada di sekitar pantai untuk menghabiskan

 

seluruh liburan mereka. Mereka tidak ingin dianggap sebagai turis, dan mereka tidak tertarik dengan tempat wisata. Sebaliknya, mereka akan menginvestasikan sejumlah uang untuk pengalaman hebat: restoran yang keren, festival musik besar, perjalanan arung jeram atau jalur pendakian unik yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

 

“Generasi Millenial lebih suka melakukan lebih banyak upaya dalam menghemat uang di bagian lain dari kehidupan mereka dan menempatkannya menuju peluang perjalanan yang tepat yang mereka yakini akan memberikan pengalaman khusus,” ujar Lim lagi. "Dan cara yang ampuh untuk menjangkau masyarakat ini adalah dengan pemasaran konten."

 

Accommindo baru-baru ini meluncurkan thenexten.com, sebuah blog yang menampilkan kabar-kabar teranyar tentang destinasi wisata baru di Nusantara dan mendorong pengembangan konten tujuan wisata oleh siapa saja yang berminat, entah itu seorang blogger, videografer atau bisa saja seorang reporter NY Times atau bahkan sebuah grup kru film.

 

“Ambillah industri film Thailand sebagai contoh bagaimana menjangkau masyarakat yang lebih luas.” Mr. O’Brien mengutip novel Alexa Garland pada 1997, The Beach, yang mengagungkan jejak backpacking. Difilmkan pada tahun 2000, 20th Century Fox membuat film yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, dimana pengambilan gambar dilakukan di kawasan Maya Bay, dekat Phuket yang memberikan lonjakan besar dalam kedatangan wisatawan ke surga backpacker Bangkok, Khao San Road, dan pulau-pulau selatan Thailand.

 

Destinasi wisata Indonesia yang ikonik bisa menjadi inspirasi cerita film yang bagus sekaligus sebagai lokasi produksi film yang menakjubkan. Hal ini disampaikan oleh produser film yang berbasis di Jakarta, Gary Hayes. Dirinya sempat membantu produksi film Eat Pray Love saat pengambilan gambar di Indonesia. Setelah menjual jutaan eksemplar, buku karya Elizabeth Gilbert tahun 2006 mengilhami banyak wisatawan spiritual untuk mengunjungi Bali, terutama setelah peluncuran film ini pada tahun 2010. "Indonesia adalah negara 'film' sejati dengan latar belakang dramatis yang luar biasa, beragam budaya, sejarah dan monument-monumen megah."

 

 

 

PRIVATE ENTERPRISE TO PROMOTE NEXT TEN DESTINATIONS

 

Jakarta, 6 July 2018. Indonesian-based, travel PR and brand agency, Accommindo, announced that it will work together with one of the country?s largest in-bound travel operators, Smailing Tour DMC, in the development of travel content for Indonesia?s new prioritized tourism destinations known as the "10                                                New                                                Balis."

 

The 10 destinations, earmarked by President Jokowi and Tourism Minister Arief Yahya, are Lake Toba (North Sumatra), Belitung (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Seribu Islands ( Jakarta), Borobudur Temple (Central Java), Mount Bromo (East Java), Mandalika Lombok (West Nusa Tenggara), Komodo Island (East Nusa Tenggara), Wakatobi National Park (Southeast Sulawesi), and Morotai (North Maluku).

 

The destination that has gathered significant recent interest is Mandalika, a massive project led by the Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). The Indonesian state-owned company, recognized for developing and operating the integrated tourism complex, Nusa Dua in southern Bali, was established in 1973 after an exhaustive study by the Indonesian government and the World Bank that sought to create an environmentally sustainable and integrated resort complex. That successful model they hope to replicate in South Lombok and other parts of the country.

 

To date US$300 million has been committed to Mandalika along with the Vinci Construction Grands Projet signing a development framework agreement in excess of US$900 million.” French-based Vinci Construction Grands Projets is a subsidiary of Vinci, a global player in designing and building major civil engineering structures and buildings.

 

Smailing DMC CEO, Jason Lim, says now?s the right time to create interest in these destinations:  “Our role is to develop content marketing with genuine “experiences” that inform, entertain and inspire.” The recognized travel company is well prepared to build the travel options in the “Next 10” says Mr. Lim. “We have 95 full time foreign and local travel professionals based in Bali and Yogyakarta who can support these 10 new destinations to meet the needs of global in-bound travellers.”

 

Tom O?Brien, Director Utama of Accommindo, a Bali based agency specializing in travel and hospitality content, branding and communications, agrees that unique local experiences are what today?s travelers crave. Accommindo and Smailing DMC will work together with the idea that every destination has its own story to tell and the best approach to travel marketing is to tempt travellers with the opportunity                                         of                                         discovery.

 

The Millennial Traveller Report, released by the World Youth Student and Educational (WYSE) Travel Confederation, says more than 320 million trips abroad will be made by young travelers by the year 2020, an increase of 47 percent from 2013. Yet many modern travelers are not satisfied with lying around a beach for their entire vacation. They don't want to be perceived as tourists, and they're not interested in tourist attractions. Instead, they will invest significant

 

amounts of money for a great experience: a cool restaurant, a massive music festival, a wild rafting trip or a unique hiking trail they've never seen before.

 

“Millennials would prefer to put more effort in saving money in other parts of their lives and put it towards the right travel opportunities they believe will provide a special experience,” says Mr. Lim. “And a powerful way to reach this audience is content marketing.”

 

Accommindo recently launched the thenexten.com, a blog showcasing updates for the country?s upcoming destinations and encourages the development of destination content which could be a lone blogger or videographer, a NY Times reporter or even an entire film crew.

 

“Take the Thai film industry as an example of how to reach a wider audience.” Mr. O?Brien cites Alex Garland's 1997 bestselling novel The Beach, which glorified the backpacking trail. Filmed in 2000, the 20th Century Fox made film starring Leonardo DiCaprio, was shot at Maya Bay, near Phuket providing a substantial spike in travellers to Bangkok's backpacker haven, Khao San Road, and Thailand's southern islands.

 

Indonesia?s iconic destinations make for great stories and as awe-inspiring locations for films according to Jakarta-based Gary Hayes, the Indonesian unit producer on Eat Pray Love. After selling millions of copies, Elizabeth Gilbert's 2006 book inspired hordes of spiritual tourists to visit Bali especially following the release of the film in 2010. “Indonesia is true „movie? country with amazing backdrops of dramatic landscapes, diversified cultures, history and majestic monuments.”

 

 

// Related Article

news

KONSER VINCULOS 2018: KOLABORASI ORKESTRA OCAS DAN SANGGAR PEDATI MEMBUKA AJANG PALU SALONDE PERCUSSION

More →
news

KONSER VINCULOS 2018: MELAWAT KE PARIGI MOUTONG, OCAS BUKA VULA DONGGA & BERMUSIK BERSAMA ANAK-ANAK

More →
news

KONSER VINCULOS 2018 SULTENG: ORKESTRA OCAS MENYAPA DUSUN UVENTUMBU & BUKIT SALENA, GELAR KONSER DIDAKTIK DITENGAH KEINDAHAN ALAM PALU

More →
Copyright © 2017. Vox Populi Publicists