PHONE / SMS
+62 815 1407 5013

NEWS

News

Share

TELKOM DAN LEMHANNAS RI MENERIMA PENGHARGAAN INOVASI TINGKAT DUNIA

Telkom dan Lemhannas RI Menerima Penghargaan Inovasi Tingkat Dunia

San Diego, 12 Juli 2018. Dua organisasi terkemuka di Indonesia mengungguli lebih dari 100.000 perusahaan di seluruh dunia dengan membawa pulang penghargaan teknologi global.

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) memenangkan penghargaan Esri Special Achievement in GIS (SAG) Award, sebuah penghargaan yang dianugerahkan kepada instansi yang sudah memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS) secara kreatif dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Jack Dangermond, Pendiri dan Presiden Esri, perusahaan raksasa dunia yang bergerak dibidang pemetaan, menyuarakan pujiannya kepada Telkom dan Lemhannas RI pada event geospasial terbesar di dunia, 2018 Esri International User Conference, di San Diego, Amerika Serikat. Dua organisasi ini dianggap berhasil mendemonstrasikan visi yang menghasilkan bentuk kepemimpinan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.

CEO Esri Indonesia, Dr. A. Istamar, mengatakan pencapaian luar biasa dua organisasi ini akan menginspirasi banyak pihak di seluruh dunia dan memacu mereka untuk memanfaatkan teknologi GIS dalam rangka menguatkan kegiatan operasional mereka. 

“Penghargaan ini menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia terus membuktikan kemampuannya sebagai pusat inovasi teknologi tingkat dunia untuk pengembangan augmented reality, dan juga big data,” ujar Dr. A. Istamar.

“Telkom Indonesia dan Lemhannas menjadi panutan tingkat global berkat pemanfaatan Geographic Information System secara inovatif dalam mengolah big data. Kami bangga karena dapat mendukung mereka dalam perjalanan ini.  

“Pendekatan inovatif yang dilakukan Telkom dengan teknologi GIS untuk meningkatkan basis pelanggan mereka di tengah persaingan pasar yang sangat ketat di Indonesia akan menjadi blueprint bagi perusahaan-perusahaan telekomunikasi utama di dunia.

“Demikian pula dengan Lemhannas RI. Lembaga ini menggunakan pemodelan prediktif dinamis dengan memanfaatkan big data dari seluruh Indonesia yang dikembangkan secara spasial. Inovasi ini membantu para pembuat keputusan mengembangkan dan mensimulasikan dampak yang dapat timbul dengan menggunakan skenario if/then.”

 

Telkom

Telkom menggunakan teknologi GIS untuk mendapatkan masukan akan kemampuan memberikan layanan utama dan kritikal untuk produk IndiHome. IndiHome adalah layanan ISP ke rumah-rumah melalui jaringan serat optik. IndiHome menawarkan paket layanan telepon, internet, dan televisi kabel.

Dengan menggunakan pendekatan geospasial, Telkom dapat memetakan dan menganalisis di mana pelanggan lama dan pelanggan potensial berlokasi dalam kaitannya dengan Optical Distribution Points (ODP). Informasi yang terkumpul memberikan gambaran yang gamblang mengenai kapasitas jaringan, prospek pelanggan, dan ancaman dari pesaing. Dengan demikian, Telkom dapat membuat model rencana peluncuran infrastruktur layanan secara optimal untuk suatu wilayah tertentu.

Selain itu, Telkom juga mengembangkan program keterlibatan pelanggan yang efektif dengan target yang sangat jelas. Dengan bantuan teknologi GIS, Telkom, melalui program keterlibatan pelanggan ini, berhasil menggandakan jumlah pelanggan IndiHome dari dua juta menjadi empat juga pelanggan. Melalui penggunaan berkesinambungan dari teknologi ini, Telkom memproyeksikan dapat menarik lima juta pelanggan hingga akhir tahun ini.

“Sejak diimplementasikan pada Indihome, kami terus melihat kemajuan berarti dalam hal produktivitas dan efisiensi. Teknologi ini membantu para staf dan manajemen dalam membuat keputusan penting,” jelas Arif Rachman, Manager Big Data External Service Strategic & Design PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom).

 

Lemhannas RI

Dengan teknologi GIS, Lemhannas RI mengembangkan Sistem Pengukuran Ketahanan Nasional atau Siskurtannas. Sistem ini mengukur tiga dimensi ketahanan negara: ASTAGATRA, wilayah/spasial dan waktu.

Siskurtannas memetakan, menganalisis dan memberikan informasi dalam bentuk peta dengan visualisasi dinamis dan interaktif. Peta ini mendukung kemampuan teknologi augmented intelligence dan sangat membantu proses pengambilan keputusan oleh para pejabat tinggi negara.

Data yang ditampilkan di dashboard tersaji secara real time dan menunjukkan ukuran ketahanan di wilayah tertentu, sehingga negara dapat lebih baik dalam menghadapi dan merespon situasi genting.

“Siskurtannas secara signifikan meningkatkan level ketahanan negara di tingkat regional dan nasional. Sistem ini membantu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi ancaman yang ada, selain memberi kita masukan yang sebelumnya tak bisa kita dapatkan. Sistem ini menunjukkan betapa luar biasa peran integral yang dimainkan teknologi GIS dalam membantu kami mengambil keputusan berbasiskan informasi yang akurat yang membawa dampak luas bagi inisiatif keamanan nasional,” tegas Marsma TNI Ade Dian Suryacandra, Kepala Labkurtannas Lemhannas RI.

END

 

 

 

 

TELKOM AND LEMHANNAS RI RECEIVE GLOBAL INNOVATION AWARD

 

San Diego, 12 July 2018. Two leading Indonesian organisations have edged out more than 100,000 companies world-wide to win a global technology award.

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) and Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) have won an Esri Special Achievement in GIS (SAG) Award, which recognizes the creative use of Geographic Information System (GIS) technology to improve the lives of citizens.

Presented by Jack Dangermond – Founder and President of global mapping giant Esri at the world’s largest geospatial event (2018 Esri International User Conference in San Diego) – Telkom and Lemhannas RI were praised for demonstrating forward-thinking vision, actionable leadership to benefit their communities.

Esri Indonesia CEO, Dr. A. Istamar, said the significant achievements of the two organisations would inspire others around the world to reflect on how they can use GIS technology to strengthen their own operations. 

“This award has demonstrated to the world that Indonesia is becoming a global powerhouse for technical innovation in developing augmented intelligence, making sense of Big Data,” said Dr. Istamar.

“Telkom Indonesia and Lemhannas have set an international benchmark with their innovative use of Geographic Information System, in making sense of Big Data and we are very proud to have supported them in this journey.  

“Telkom’s innovative approach to using GIS technology to grow their customer base in a highly competitive market like Indonesia will be looked to as a blueprint by other major telco around the globe.

“Likewise, Lemhannas RI‘s predictive-dynamic modelling using spatially enabled big data from across Indonesia, aids the policy makers to develop strategies and simulate impacts using multiple if/then scenarios”

Telkom

Telkom’s award-winning project involved using GIS technology to gain critical serviceability insights into their ISP fiber-to-the-home project IndiHome – a triple-play offering that packages phone, Internet, and cable television services.

Using the approach, Telkom were able to map and analyse where existing and potential customers were located in relation to Optical Distribution Points (ODP). The insights derived enabled them to clearly understand network capacity, customer prospects, competitive threats and model an optimised infrastructure rollout plan.

Additionally, they developed a highly effective and targeted customer engagement program that enabled them to double the number of IndiHome subscribers from two million to four million.  Through continued use of the technology, it is expected this number will reach five million subscribers by the end of this year.

“Since the implementation of the Indihome, we have seen tremendous improvements in productivity and efficiency. It has empowered our staff and our management to have a sense of ownership in making important decisions,” said Arif Rachman, Manager Big Data External Service Strategic & Design of PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom).

 

Lemhannas RI

Lemhannas RI’s award-winning project used GIS technology to develop an innovative national resilience measurement system known as Siskurtannas – which measures three resilience dimensions for the nation: ASTAGATRA, space and time.

Siskurtannas maps, analyses and provides insights through a visually engaging and dynamic map that supports augmented intelligence capability to assist in decision making process to be made by the country's high-ranking officials.

The dashboard can display data in a timely manner, revealing the resilience measure for a particular area – ultimately strengthening the country’s emergency preparedness and response.

“Siskurtannas has significantly improved the resilience measurement of our country at regional and national levels by providing us with a deeper awareness of potential threats and discover new insights that we have not seen before. It’s a compelling example of the integral role GIS technology holds in enabling us to make more informed decisions for a wide-reaching impact of our national security initiatives,” said Marsma TNI Ade Dian Suryacandra, Head of Labkurtannas Lemhannas RI.

END

 

// Related Article

news

KONSER VINCULOS 2018: KOLABORASI ORKESTRA OCAS DAN SANGGAR PEDATI MEMBUKA AJANG PALU SALONDE PERCUSSION

More →
news

KONSER VINCULOS 2018: MELAWAT KE PARIGI MOUTONG, OCAS BUKA VULA DONGGA & BERMUSIK BERSAMA ANAK-ANAK

More →
news

KONSER VINCULOS 2018 SULTENG: ORKESTRA OCAS MENYAPA DUSUN UVENTUMBU & BUKIT SALENA, GELAR KONSER DIDAKTIK DITENGAH KEINDAHAN ALAM PALU

More →
Copyright © 2017. Vox Populi Publicists